Gebyar Seni 78 Generation 2014

     Aula Pondok Pesantren Al-Basyariyah kini diramaikan dengan mahakarya seni santri yang disatu padukan dalam suatu wadah yang berkualitas, yakni Gebyar Seni 78 Generation 2014. Sebanyak 19 kreativitas seni ditampilkan disini, mulai dari seni musik, seni tarik, pencak silat, puisi teatrikal, dan masih banyak lainnya.
     Dipimpin oleh 2 pembawa acara dari kelas akhir, Luthfi Fauzi (3 IPA) dan Asep Marwan Setiawan (3 IPA), dengan diiringi oleh mobil patroli Margaasih, semakin meramaikan mahakarya ini.
     "Ini semua dilakukan agar tidak mengubur bakat dan kreativitas santri. Agar semuanya bisa meng-eksplor kretivitas mereka." tutur Aldi Lesmana selaku panitia Gebyar Seni.
     Dengan dibimbing oleh majlis asatidz dan seluruh pengurus pondok, akhirnya acara besar ini dapat dilaksanakan dengan tertib dan rapih. Karena memang, seluruh santri berlatih dan mempersiapakan semua hal yang diperlukan selama 3 bulan sebelum hari pelaksanaan, 17 Februari 2014.
Hadroh nih, gan! Acara penyambut para tamu yang lagi on the way
Penari latar diambil dari kelas 1 TMI, intensif sama 2 TMI juga



Ini baru keluar dari mobil patroli polisi. Pake 3 bahasa loh, Arab, Inggris ma Indonesia
Aksi pembawa acara nih.



Ketua panitia nih. Aa Muhammad Zamzam, Anugrah Mi'roz dan
Stevan Malik
Ini wakil pimpinan pondok pesantren Al Basyariyah
Qiroatul Quran, Irfan Ahmad dan


Grand Opening, menampilkan gambaran seluruh penampilan


Ini juga masih grand opening, menggambarkan awal terlahirnya pondok.
Choir cuman buat 5 and 6 se-derajat
Paduan suara 78 generation


Ini nih, nayid kita. Kereen,gan. Suaranya itu. Huh.. menggelegar
Ini lagi acapella. mesipun mereka santri baru, ternyata mereka punya potensi seni bagus. keren nih


Pantonim, lucu dan menghibur banget. Salut buat leadernya
Puisi teatrikal, nasionalis banget


Masih pantonim nih, liat aja gambarnya. Gak keren gimana coba
Tari kombinasi, buat mata gak ngedip


Masih Tarkom nih. Tapi, udah ganti pemain
Teater. Kocak abis. Tentang santri jadi presiden. Wuih........!


Rampak gendang, Pake alat musik tradisional
Penutupan teater. Mereka joged goyang sundul. Kocak deh!


Di rammpak gendang juga, ada kuda lumping. Rame, reme
Tarung Derajat. Beuh keker-keker deh yang mainnya. Beuh!!


0 komentar: