Tiga Piala untuk Pondok



               Pondok Pesantren Al-Bayariyah lagi-lagi mendapatkan piala hasil prestasi santri. Dengan persiapan yang mantap dan semanagat, akhirnya mereka membobol 3 piala langsung dari Pondok Pesantren Sirna Miskin.
               Dibawah bimbingan pengurus organisasi dan gugus depan Al Basyariyah, dengan motivasi rekan yang membara dan seluruh santri, mereka pergi pada hari Sabtu, 22 Februari 2014. Lima kompetisi akademi dan non-akademi yang diadakan disini, mulai dari cerdas cermat tingkat SMP se-derajat, Nasyid, LKBB penggalang, Pidato tingkat SMP se-derajat, sampai futsal semuanya diatur secara maksimal dan professional.
               Rasa puas bangga dan gembira, tatkala pembagian piala usia. Al Basyariyah berhasil meraih juara 3 LKBB oleh adika GUDEP B.30071, juara 1 pidato oleh Zainal Arifin dan juara 3 nasyid oleh Shoutul Qolbi.

Fokalis nasyid nih, Ahmad Faza
Sang juara nasyid nih, Fitrayana

Lagi ada di daerah persiapan

Gebrakannya itu lohh. Beh!



Pembagian piala and piagam buat
juara pidato

Juara 3 LKBB Penggalang nih.
Kece gak, gan!

Sujud syukur. Meskipun hujan. Hehe

Sang juara sama pembimbingnya. Gaya, kan!

Foto bareng sama 3 piala. Winner!

Delegasi Al Basyariyah juga nih!
Aksi sang juara waktu lagi pidato

0 komentar:

Steve Jobs



             Sosok Steve Jobs lah pendiri apple yang memiliki visi jauh kedepan, sehingga mengantarkan apple menjadi perusahaan yang di segani. Beliau membuat perusahaan Apple berhasil membendung dominasi microsoftnya Bill Gates.
               Pada tahun 1974, Stave Jobs pergi ke California untuk berkerja di perusahaan game afari bersama Steve Wozniak yaitu temannya, karena dia hebat dalam komputer, Steve Wozniak merancang komputer sampai-sampai Steve Jobs menyukai rancangannya.
               Lalu mereka mendirikan perusahaan komputer tepatnya 1 april 1976, di usianya ke 21, perusahaan tersebut dinamai Apple Computer.
               Singkat cerita, perusahaan yang sedang berkembang dilanda kebangkrutan, karena dewan redaksi memecat Steve Jobs yang dianggap terlalu ambisius.
               Ironisnya, karena ia sangat menyukai komputer, ia mendirikan perusahaan Next Computer sekaligus memberi perusahaan Film animasi Pixer. Dari dua perusahaan itulah namanya berkibar, banyak yang mengatakan bahwa perusahaan Apple tidak akan kembali, tetapi ia memaparkan pendapatnyadengan sangatdingin “Saya yakin satu hal yang membuatsaya bertahan adalah , saya mencintai apa yang saya  lakukan. Kita harus mencari tahu apa yang sebenarnya kita cintai. Dan benar, bahwa pekerjaan kita adalah kekasih kita, pekerjaan kita akan mengisi sebagian besar hidup kita”.
               Tentunya perjalanan hidup seorang Steve Jobs menjadi inspirasi yang mendalam bagi kita untuk benar- benar memanfaatkan waktu yang kita miliki. Dan beliau pun wafat pada usia 56 tahun, di Calivornia tepatnya tanggal 5 oktober 2011.
Mahmudin
Redaktur Al Basyariyah

0 komentar:

Autobiografi


Kelahiranku
               Jum’at, 6 Desember 2014. Hari bersejarah bagiku. Aku terlahir didunia secara fitrah, dengan berat 3.5 kg oleh kedua 2 pasangan yang telah menikah, itulah ibuku, Ita Rosita dan ayahku, Beny Samsibar. Sebelum aku dilahirkan, kakak perempuanku, Nita Permatasari, dilahirkan pada tahun 1992. Aku dan kakakku dilahirkan di salah satu rumah sakit di Bandung. Pada tahun 2000 pun, terlahir satu anak perempuan yang diberi nama Nadella Salsabila di Cimareme, Kab. Padalarang. Ini adalah adik tercintaku. Jadi, aku adalah anak kedua dari tiga bersaudara.
            Aku  dibesarkan oleh keluarga besarku di rumah nenekku, Bandung. Karena ibuku sibuk saat itu, jadi aku diurus oleh adik-adik ibuku. Ibuku adalah anak kedelapan dari 11 bersaudara. Tapi sayangnya, dua saudara terakhir telah wafat mendahui ibuku. Begitu pula dengan ayahnku, belau telah bekerja di Bratachem sehingga tak bersamaku setiap saat.
            Setelah financial ayahku dan ibuku mencukupi untuk membeli rumah, akhirnya kedua orang tuaku membeli sebuah rumah di Perum Laksana Mekar Asri, Kec. Padalarang, Kab. Bandung. Inilah rumahku saat ini.

Pendidikan pertama
            Taman kanak-kanak Abdul Malik, tak jauh dari rumahku adalah tempat pertamaku menuntut ilmu. Tepatnya pada umur lima tahun, aku disekolahkan disini oleh orang tuaku. Aku tak persis ingat tatkala masa itu, tapi orang tuaku pernah mengatakn bahwa kala itu aku hanya bisa makan dan makan. berbeada dengan siswa yang lain. Tapi, akhirnya aku lulus juga dari taman kanak-kanak tersebut, setelah melewati kelas nol kecil dan nol besar.

Pendidikan kedua
            Sekolah kedua, aku ditempatkan di SDN. Sindangsari, sama seperti kakak perempuanku. Aku senang sekali pada saat itu. Saking senangnya di hari pertama bersekolah, aku ingin cepat-cepat ke sekolah. Suatu ketika, aku diperintah oleh ibuku untuk pergi bersamanya bukan bersama kakak perempuanku. Tapi karena aku tatkala itu sangat ingin cepat-cepat ke sekolah, aku pergi bersama kakak perempuanku. Mungkin karena aku tak menuruti orang tuaku, ditengah jalan motoku dan kakak perempuanku tertabrak oleh motor dari arah sebaliknya. Aku langsung dilarikan ke rumah sakit Dustira, Kota Cimahi, karena, memang aku adalah yang paling berat lukanya dibandingkan dengan kakak perempuanku dan pengendara tadi. Akhirnya, aku dirawat disana dengan kurun waktu yang lama. Dari sini aku mengambil pelajaran bahwa kita harus mentaati apa yang dikatakan oleh orang tua kita.
            Setelah sembuh, aku mulai bersekolah lagi. Aku harus belajar lebih giat lagi untuk dapat menerima pelajaran sekolah pada saat itu. Tapi, disini aku tak jauh seperti di taman kanak-kanak dulu. Aku suka makan. Tapi, segala puji hanya bagi Allah aku bisa naik kelas dengan nilai yang memuaskan.
            Naik ke kelas 2, saya ingin sekali mengikuti lomba cerdas cermat. Karena pada saat itu aku termotivasi oleh kakak kelasku yang pernah mengikuti lomba tersebut. Jadi aku  mulai bersemangat belajar disini. Meskipun di rumah tidak belajar, karena itu waktuku untuk bermain dengan teman-teman. Aku selalu bersemangat ke sekolah.
            Dan akhirnya, setelah beberapa lama, aku dan beberapa temanku dipilih oleh sekolah untuk mengikuti cerdas cermat. Setelah melalui tahap demi tahap, akhirnya kami lolos sebagai juara 4 tingkat provinsi. Suatu kebanggan bagiku tatkala namaku dipanggil oleh kepala sekolah tatkala upacara rutinan hari senin berlangsung.
            Tapi, prestasiku tak selalu tetap dan terus-menerus. Sampai kelas 4, mulai dari kelas 3, aku tak mendapat prestasi apa pun. Aku terkesan banyak bermain-main ketika disini. Aku juga tak terlalu memikirkan ini. Karena, memang aku masih kecil saat itu. Tapi, memasuki kelas lima, aku dimasukan ke suatu lembaga pendidikan nonformal bahasa inggris di jalan Nanjung Batujajar. Mau tidak mau, akhirnya aku belajar di jam disana. Yang dahulu waktu itu aku pakai untuk bermain, tapi kini berubah menjadi waktu belajar tambahan. Aku merasa bosan dan malas sekali, tapi aku harus tetap mentaati kedua orang tuaku. Jadi aku tetap belajar disana.
            Waktu terus berjalan, aku pun menginjak kelas enam. Awalnya, aku memiliki keinginan yang besar untuk melanjutkan masa belajarku di junior high school favorit di kota Bandung ataupun Cimahi. Aku pun semangat dalam belajar, ingin mendapat nilai yang mencukupi untuk masuk ke sekolah favorit. Aku ikut bimble gratis yang diselenggarakan oleh Ganesha Opertion bersama teman-teman lainku. Dan hasilnya, aku mendapat nilai akhir 25, 25. Nilai yang cukup memuaskan bagiku. Dengan nilai ini, aku bisa masuk sekolah favorit di Kota Cimahi.
            Tapi, takdir berkata lain. Aku ditawari oleh saudaraku untuk masuk pesantren. Ada tiga pilihan pesantren, Pondok Pesantren Sunur Bandung di Cililin, Pondok Pesantren di Kuningan dan yang terakhir adalah Pondok Pesantren Al Basyariyah. Sambil berfikir, aku dan orang tuaku pun survey ke semua pesantren yang ditawarkan oleh saudaraku tadi,  Ms. Imas Rachmawati. Setelah aku berkeliling ke semua pesantren, aku pun akhirnya memilih pondok yang berada di Bandung, yaitu Pondok Pesantren Al Basyariyah.
Aku dan Pondok Pesantrenku
            Minggu, 13 Juni tanggal aku masuk ke Pondok Pesantren Al Basyariyah. Awal aku masuk ke pondok ini, aku melihat wisudawan dan wisudawati dari angkatan 20. Aku kagum melihat mereka, terlebih tatkala melihat perwakilan wisudawan yang memberikan sambutan dengan berbahasa Arab.
            Aku pun masuk ke kamar no 86. Disini adalah aku dan keluargaku membereskan lemari dan alat-alat yang diperlukan. Rasa sedih yang aku rasakan, ingin sekali aku mengeluarkan air mata kesedihan. Tapi, tidak. Aku tak ingin membuat khawatir semua keluargaku. Aku ingin mereka semua percaya bahwa aku bisa lulus di sini dan menjadi wisudawan tujuh tahun kedepan. Aku pun termotivasi oleh pengasuh kamarku, Iman Taufik Lubis kelas 6 TMI dan Wildan Fauzi kelas 2 IPA. Mereka telah belajar di pondok ini. Dan aku harus bisa menjadi seperti mereka.
            Waktu demi waktu pun berjalan. Aku harus bisa beradaptasi di sini. Akhirnya, banyak teman yang aku kenal. Ini menambah rasa betahku di pondok ini.
            Banyak sekali ujian yang aku terima disini. Ketika semester 2 kelas 1 TMI, aku masuk rumah sakit Hasan Sadikin karena aku terjangkit penyakit DBD. Orang tuaklu sangat khawatir dengan kondisiku yang kurang terkontrol oleh orang tuaku. Aku dirawat selama 1 bulan disini. Karena kekhawatiran orang tuaku, aku ditawari keluar dan pindah ke sekolah umum ataupun ke pesantren yang lebih baik lagi. Tapi, aku menjawab pertanyaan atau tawaran orang tuaku tersebut.
            Setelah sembuh, aku pun mulai pergi dan berjuang lagi di pondok. Sudah jelas disini, aku tertinggal pelajaran. Akhirnya, nilaiku pun turun. Tapi segala puji hanya bagi Allah, aku naik kelas dan duduk di kelas 2 C TMI. Di kelas, ini aku bertemu dengan teman-teman yang lebih pintar dariku dan mereka pun sekaligus menjadi saingan bagiku. Tapi, aku rasa ini adalah suatu hal yang seru. Dan  di kelas ini, aku memiliki cita dan harapan untuk menjadi santri pilihan yang akan diutus ke Arjasari pada kelas 3 TMI mendatang. Maka dengan tujuan jangka pendek ini, aku bertekad untuk menjadi santri yang baik dan mentaati disiplin pondok dan juga menjadi santri berprestasi.
            Di kelas 2 ini, aku mendapat beberapa prestasi, yaitu menjadi juara 2 pidato berbahasa Arab di acara Speech Contest yang diselinggarakan oleh Bagian Bahasa OSPA angkatan 23.
            Singkat cerita, aku akhirnya terpilih menjadi salah satu santri yang akan menjadi pengurus organisasi di kampus 3, Arjasari. Aku juga sempat sedih tatkala ini. Karena, dipisahkan dari teman-teman satu angkatanku yang telah aku anggap sebagai keluarga sendiri. Tapi, aku harus tetap menjalankan tugas.
            Kampus 3 Arjasari, sebuah desa jauh diatas gunung. Jauh dari keramaian. Di tahun ke 3, aku belajar disini. Dipercaya oleh teman-teman dan ketua OSPA menjadi bagian bahasa tahun ajaran 2011/2012. Banyak pengalaman yang aku rasakan disini. Berlatih mengurus organisasi meskipun belum mampu. Dan disini pula, aku mulai aktif dalam pramuka. Mengikuti lomba yang diadakan oleh SMK 11, Bandung. Aku disini ikut barisan baris berbaris. Dan hasilnya, kami mendapatkan juara ketiga lomba LKBB di LMG 2011. Sebuah kebanggaan bagiku. Bisa menyumbang satu piala untuk sekolah tercinta. Satu lagi prestasi yang di dapatkan regu An-Nahl 27, yaitu juara kedua dan juara harapan kedua di SMKN 1 Katapang. Jadi, kami telah berhasil menyumbangkan prestasi sebanyak 3 piala.
            Selain belajar organisasi, aku juga tetap harus fokus belajar untuk mendapat nilai yang baik di ujian Negara nanti. Aku sering berkonsultasi dengan peserta masa bakti angkatan 23, yaitu Wildan Fauzi, Lisaini Azizah dan Arini Maharani. Mereka dulu mengambil jurusan IPA di pondok, maka dari tiu aku selalu menanyakan pelajaran yang sulit pada mereka.
            Setelah ujian Negara selesai, aku pun masih dihadapkan pada ujian jurusan. Niatku kala itu adalah jurusan IPA. Karena, aku memiliki cita-cita untuk menjadi seorang dokter. Maka aku harus fokus pada 3 pelajaran, yaitu matematika, sains dan bahasa inggris. Aku harus memiliki nilai yang besar di 3 pelajaran tersebut.
            Setelah 3 bulan masa penjurusan, aku akhirnya masuk ke jurusan IPA. Tentunya dengan nilai yang memuaskan. Sesuai dengan apa yang aku rencanakan. Aku pun belajar di marhalah 1 aliyah dengan program jurusan IPA. Disini, aku belajar sungguh-sungguh karena targetku sekarang adalah menyusul ranking saingan terberatku semenjak dari kelas 1. Setelah belajar selama satu semester, akhirnya aku bisa berada di depannya, juara 1 kelas 1 IPA putra.
            Di semester 2, aku dipercaya oleh teman-temanku dan juga guru-guru untuk menjadi P3OSPA. Organisasi ini bertugas untuk mempersiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan untuk regenerasi OSPA selama satu bulan lamanya. Rasa lelah karena telah mengorbankan otak dan tenaga kami rasakan. Belum lagi kami masih dituntut untuk sekolah dan tidak boleh meninggalkan kegiatan belajar mengajar.  Tapi segala puji hanya bagi Allah, kami bisa melewati ini semua dengan lancar ditengah kesibukan masalah pribadi kami masing-masing. Dan kami akhirnya melantik 3 orang ketua OSPA dan 2 orang ketua OGDA berserta seluruh pengurus bagian OSPA dan andalan OGDA.
            Naik ke kelas 2 IPA, aku dipercaya kembali oleh majlis guru dan pimpinan pesantren untuk menjadi pengurus kamar santri baru. Aku ditempatkan di kamar 86 bersama teman saya dengan secara maksimal. Kami ingin agar seluruh anggota kamar kami betah di pondok ini dan menjadi santri yang berperilaku baik juga berprestasi.
            Untuk mencapai semua itu kami berfikir keras, bekerja keras, berdoa keras dan bersabar keras. Dan ada 2 anggota yang menurutku menjadi santri berprestasi, yaitu M. Ervan Nugraha yang telah meraih juara 1 lomba pidato se-Bandung Raya dan Hariz Fadhil Abdurrohman yang menjadi Tim Inti Pramuka Al Basyariyah. Tapi sayangnya, mereka telah keluar dan tidak menamatkan belajarnya di pondok ini.
            Setelah tujuh bulan mengurus santri baru, aku dipercaya untuk mengurus santri kelas 2 yang berada di gedung Safinah. Dan aku mengurus di kamar 61. Aku dipercaya oleh Ust. Dindin Komarudin sebagai penanggung jawab kelas 2, yang mana mereka terkenal dengan kenakalan mereka dan sikap tidak sopan mereka. Setelah 3 bulan berlalu, aku berusaha mengubah gedung Safinah yang bermula dari berantakan menjadi rapih dan dari tidak sopan menjadi berprilaku baik.
            Di kelas akhir, kelas 3 IPA, aku dipercaya kembali untuk menduduki jabatan ketua bagian bahasa OSPA masa bakti 2013/2014. Tugasku adalah untuk berusaha menggerakan santri agar seluruhnya menggunakan bahasa resmi, yaitu bahasa Arab dan Inggris. Selain itu, aku dipercaya oleh anggota redaktur ISMA untuk menjadi pimpinan redaksi ISMA dan juga menjadi andalan bagian latihan organisasi pramuka. Semuanya aku jalani dengan cinta dan keikhlasan. Sebab, semua yang dilakukan dengan rasa cinta dan ikhlas maka semuanya akan terasa mudah.
Foto bersama kyai Hizbut Tahrir,
ketika bertugas meliput.
            Semenjak aku menjabat menjadi bagian bahasa, aku berusaha untuk menggerakan santri dalam berbicara menggunakan bahasa resmi meskipun kini santri belum bisa untuk melaksanakannya. Dalam jabatanku sebagai pimpinan redaksi aku dan rekan kerjaku lainnya selalu berusaha untuk menjadikan buletin ISMA lebih menarik dan berkualitas. Dan sampai kini, kami telah menerbitkan 8 buletin yang dibagikan pada seluruh santri untuk media syiar pondok. Kami juga telah melantik redaktur ISMA baru sebagai regenerasi jikalau kami telah keluar dari pondok. Dan selama aku menjabat menjadi bagian latihan organisasi pramuka, kami membuat acara camping BANTARA, dan melantik adika penggalang menjadi penggalang ramu.
            Sampai aku menulis karya tulis ini, aku masih belajar di pondok pesantren al basyariyah di kelas 3 IPA. Dan kini aku sedang disibukkan dengan persiapan Ujian Negara, Ujian niha’I, OSPA dan OGDA, juga Gebyar Seni. Semuanya harus aku hadapi dengan rasa cinta dan ikhlas agar semuanya tak terasa berat.

0 komentar:

Tahukah Antum?




·        Arti Posisi Tidur
Tahukah antum posisi tidur kita mengandung makna? Penulis kitab Tahafutul Falasifah, Muhammad bin Muhammad bin Ahmad Al Imanul Jalil Abu Hamid At Thusi Al Ghazali yang mendapatkan gelar Hujjatul Islammenjelaskan posisi tidur yang secara garis besar membagi 4 macam. Pertama tidur di atas kuduk, yaitu tidurnya para nabi, dimana mereka bertafakur (berfikir). Kedua tidur di atas lambung kanan, yakni tidurnya para ulama dan suatu ibadah. Ketiga tidur di atas lambung kiri adalah tidurnya para raja untuk menghancurkan makanan yang telah mereka masukan ke dalam rongga mulut. Keempat tidur melungkup adalah tidurnya setan.

·        Orang Yang Pertama Memeluk Islam
Menurut catatan dan bukti sejarah yang dapat dipertanggung jawabkan dan ditulis Ja’far Subhani dalam karyanya Ar-Risalah, orang yang pertama masuk islam mendapatkan kehormatan setelah Rsululloh SAW. Adapun wanita pertama yang memeluk Islam adalah Istri Rasululloh SAW., yakni Siti Khodijah RA. Sedangkan pria pertama yang memeluk Islam ialah Ali bin Abi Tholib , karomallu wajhah.

·        Macam-macam Niat
Ketika kita ingin melakukan sesuatu yang terkait dengan perintah agama, maka harus didasari dengan niat. Niat yang terdapat didalam hati, terbagi menjadi 3 macam. Pertama, niat ibadah, menghinakan diri dan tunduk secara sempurna untuk menyatakan kehinaan dan ketundukan. Kedua, niat taat, yaitu melaksanakan apa yang Allah kehendaki. Ketiga, niat qurbah, yaitu melaksanakan ibadah dengan maksud memperoleh pahala.

·        Ummul kitab
Ummul kitab atau Ib’u Al Kitab (Induk dari Al Qur’an) adalah surat al fatihah. Karena, al fatihah terletak diawal al qur’an sebagai pembuka bagi surat-surat yang lainnya. Selain itu, karena hampir semua ‘ al qur’h al fatiharan secara maknawi bias dibaca dan terkandung dalam surat al fatihah.

Ujang Cahyadi
Redaktur Al Basyariyah

0 komentar: