Katakan "TIDAK" Untuk Kekerasan


          Proses islamisasi yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW., sahabat, juga para pengikutnya mendapat hasil yang sangat luar biasa. Hal ini ditujukan dengan pesatnya perkembangan pemeluk islam di luar jazirah Arab seperti Irak, Suriah, Mesir juga Andalusia. Di abad pertama, perkembangan pemeluk islam mencapai kurang dari 6%. Menginjak abad ke-3 pemeluk islam di daerah ini menjadi 35%. Dan akhirnya, pada abad ke-4, pemeluk isalm di luar jazirah Arab ini mencapai 75. Betapa hebat beliau, dalam melaksanakan tugas-Nya tersebut. Banyak pendapat yang mengatakan bahwa sebab dari pesatnya perkembangan ini adalah adanya pembantaian orang non-muslim oleh orang muslim. Padahl, kenyataannya hal ini kurang tepat untuk dijadikan dasar pemikiran meningkatnya umat muslim.
            Mengapa hal ini kurang tepat untuk dijadikan dasar dari pemikiran peasatnya perkembangan islam? Lalu, apakah yang lebih tepat?
            Rasululloh tak akan mengambil jalan perang apabila masih ada jalan lain yang masih bisa diambil. Jalan perang adalah jalan terakhir yang diambil Rosul apabila tak ada jalan lain yabg diambil. Dan Rasul pun tak semena-mena mengambil keputusan untuk berperang. Karena, segala perbuatan, ucapan, dan ketetapan Rasululloh, bukan semena-mena nafsu beliau, melainkan wahyu dari Allah SWT. Sebagaimana difirmankan Allah SWT:
“Dan tiadalah yang diucapkan itu menurut kemauan hawa nafsunya. Ucapannya itu tiada lain wahyu yang diwahyukan”(An-Najm:3-4)
            Ternyata bukan hanya umat muslim saja yang mengakui bahwa pernyebaran islam dilakukan tanpa senjata. Gustaf Le Bone, penulis asal Belanda, mengatakan dalam bukunya “Hadorotul Arab” (Peradaban Arab) tentang penyebaran islam. “Sejarah telah menegaskan bahwa agama-agama tak mengharuskan penyebarannya dengan kekuatan, begitu pula Al-Qur’an, tak tersebar dengan pedang, melainkan semata-mata dengan cara da’wah. Dengan da’wah itu pula, beberapa bangsa Arab seperti Turki dan Mongol, justru menjadi bersatu dan bersaudara. Al-Quran menyebar pula ke India hingga jumlah pemeluk islam mencapai 50 juta jiwa. Padahal kita tahu, India bukanlah wilayah penaklukan dan kekuasaan Arab, tetapi sekedar jalan lewat dan penyebrangan saja”. Ia memaparkan hal ini, karena ia tahu bahwasanya dalam penyebaran agama islam, tak ada unsure kekerasan sedikit pun.
            Dasar pemikiran yang seperti inilah yang seharusnya digunakan oleh setiap muslim dunia. Dasar pemikiran yang membenarkan bahwa islam itu disebarkan dengan jalan da’wah, bukan oleh jalan peperangan.

0 komentar: