Al-Qur'an di Tengah Era Globalisasi
''Sesungguhnya Kamilah yang menjaga Al-Qur'an dan Kamilah yang benar-benar menjaganya'' (Al-Hijr : 9)
Ini adalah salah satu dari ribuan bahkan jutaan janji Allah, dzat yang telah menjaga kemurnian Al-Qur'an, kitab suci umat islam. Fakta telah membuktikan bahwa sampai sekarang, zaman era globalisasi, Al-Quran tetap terjaga keasliannya dan juga keasliannya dari tangan-tangan jahil manusia.
Al-Quran sering dicoba diselewengkan dan duibah oleh bangda Yahudi, kaum yang ingin menghancurkan Islam. Mereka memiliki seribu satu cara untuk menghancurkan Islam. Mereka mempelajari Al-Qur'an dengan tujuan untuk dapat merubah Al-Qur'an, bahkan mereka sampai belajar untuk menafsirkan Al-Qur'an. Dari sinilah, mereka mencoba untuk merubah tafsir juga arti dari Al-Qur'an tapi, ini semua hanya sia-sia. Al-Qur'an tak dapat dirubah, meskipundengan usaha yang sedemikian rupa.
Semakin Yahudi mencoba untuk merubah Al-Qur'an, maka semakin tersebar luaskanlah Islam di seantero jagad raya. Hal ini dibuktikan dengan adanya buka ''Ensiklopedi Jenewa'' yang menjelasakn bahwa jumlah umat muslim dunia telah mencapai satu miliar tiga ratus ribu jiwa.
Al-Qur'an turun dengan berbahasa Arab dan dengan rujukan penerjemah Al-Qur'anlah, Al-Qur'an diterjemhakan ke dalam berbagai bahasa di dunia. Dan sampai saat ini, Al-Qur'an telah diterjemahkan ke dalam seratus tiga puluh bahasa, bahkan lebih.
Sejak dahulu kala, Al-Qur'an telah diwariskan secara turun-menurun, dari satu generasi ke generasi lainnya. Sanad itu terus bersambung sampai sanad tawatir isnadi dan tawatir ijmali bahkan pada sampai ahli quro. Sepuluh ahli quro ini, mempelajari Al-Qur'an dengan cara meniru bacaan-bacaan secara sempurna, mulai dari beberapa kata sampai beberapa ayat sebagaimana guru-guru mereka mengajarkannya. Sepuluh ahli quro tersebut adalah sebagai berikut:
Ibnu Katsir, Makkah
Nafi, Madinah
Abu Jafar, Madinah
Ashim, Kufah
Kasa'i, Kufah
Hamzah, Kufah
Ya'qub, Basyroh
Abu Amr bin A'la, Basyroh
Ibnu Amir, Syam
Kholaf, Bagdad
Dari Tokyo sampai Jakarta, dan dari Gana sampai Virginia, Al-Qur'an banyak mendapat serangan dari bansa Yahudi, namun tetap kokoh bagaikan matahari yang tetep bersinar. Kekuatan dan kekuasaan Allah-lah yang menjadikan Al-Qur'an tetap dalam kemurnian.
Luthfi Fauzi
Redaktur ISMA



0 komentar:
Posting Komentar